Thursday, 13 August 2009

Hee Ah Lee Story


Summary by:devasutta

Don't judge the book by it''s cover, jangan menilai sesuatu dari
penampilan luarnya saja. Mungkin ini ungkapan yang tepat saat melihat
sosok Hee Ah Lee. Betapa tidak, fisiknya jauh dari ukuran normal.

Tangannya hanya punya empat jari berbentuk capit, sedangkan kakinya
pun pendek sebatas ukuran lutut. Orang pasti akan kasihan melihat
sosok wanita kelahiran Korea 22 tahun lalu ini.

Tapi, rasa kasihan ini akan segera berubah menjadi kekaguman jika
melihat Hee Ah Lee memainkan piano. Bayangkan, nada-nada sulit musik
klasik karya komponis kenamaan seperti Chopin, Beethoven, Mozart, bisa
dimainkannya dengan sangat apik. Padahal, tidak ada not balok dari
musik klasik itu yang khusus dibuat untuk dimainkan dengan hanya empat
jari. Hee sendirilah, yang mengubah empat jarinya sehingga mampu
menari di atas tuts-tuts piano dengan lincah, layaknya sepuluh jari
orang normal. "Dari awal belajar piano memang saya diperlakukan
sebagai orang normal,"sebut Hee.

Terlahir dari seorang ibu bernama Woo Kap Sun, Hee sebenarnya sangat
beruntung. Sebab, Woo yang tahu akan melahirkan bayi cacat dari awal
menolak mentah-mentah anjuran beberapa orang dekatnya untuk menitipkan
anaknya ke panti asuhan setelah lahir. Woo juga yang merawat,
mendidik, dan mengajari Hee seperti orang normal lain. Woo bahkan
menyebut anaknya itu sebagai anugerah Tuhan meski terlahir kurang
sempurna. Ibunya itu juga yang kemudian dengan kesabaran ekstra
mengajari Hee bermain piano sejak usia enam tahun.

Saat mulai main piano, Hee bahkan tidak bisa memegang pensil. Butuh
waktu dan kerja keras, serta dilandasi keuletan yang luar biasa untuk
melatih jari-jari Hee. Belum lagi untuk mengenalkan not balok pada Hee
yang punya keterbelakangan mental. Awalnya, untuk menguasai sebuah
lagu saja, dibutuhkan waktu sekitar satu tahun. Itu pun bisa dilakukan
hanya dengan latihan intensif minimal sepuluh jam dalam sehari.

Sungguh, gabungan cinta kasih seorang ibu ditambah ketekunan Hee
sebagai anak, merupakan sebuah kekuatan yang mampu mengubah kekurangan
dan keterbatasan menjadi kelebihan yang luar biasa. Hee menyebut,
ibunyalah yang telah menggembleng dirinya agar tumbuh mandiri, percaya
diri, dan bersemangat baja menghadapi hidup.

Dengan kemampuan yang diperoleh dari ketekunan dan keuletan berlatih
itu, Hee kini telah berkeliling dunia. Ia menginspirasi orang dengan
keyakinan bahwa tidak ada yang tak mungkin di dunia ini jika kita mau
bekerja keras dan sungguh-sungguh berusaha mewujudkannya. Meski
begitu, sebagai manusia biasa ia pun mengaku pernah mengalami patah
semangat. "Bayangkan Anda makan satu jenis makanan terus menerus
sampai bosan. Tapi, aku memakannya terus. Aku berlatih terus menerus,"
sebut Hee tentang bagaimana menaklukkan kebosanannya.

Kini, sederet penghargaan atas keterampilan bermain piano telah
diterimanya. Ia juga telah mempunyai album musik sendiri berjudul
Hee-ah, Pianist with Four Finger. Dengan berbagai kelebihan yang
diolah dari kekurangan itu lah, kini ia juga mempunyai kehendak lain
yang mulia, "Aku akan berkeliling dunia, bermain piano dari sekolah ke
sekolah untuk memberi motivasi kepada kaum muda bahwa mereka bisa
melakukan apa pun kalau berusaha," kata Hee.

Sungguh, sosok Hee Ah Lee adalah gambaran nyata keteladanan seseorang
dengan ketekunan yang luar biasa. Hanya dengan keyakinan, keuletan,
dan kerja keras disertai semangat pantang menyerah, seseorang dapat
merubah nasibnya. Jika Hee yang kurang sempurna saja mampu, bagaimana
dengan kita yang terlahir sempurna? Tinggal keyakinan dan tekad kuat
disertai usaha sungguh-sungguh lah yang akan merubah kita.
Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/; Oktober 25, 2007

No comments:

Post a Comment